Company Logo

Pelatihan IT

Link

 Kodam I Bukit Barisan Website TNI AD Website TNI

032 logo Logo twiter

Daftar

Agenda Kegiatan

<< November 2018 >> 
 Se  Se  Ra  Ka  Ju  Sa  Mi 
     1  2  3  4
  5  6  7  8  91011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Testimonial

Statistik Pengunjung

859866
Hari iniHari ini554
KemarinKemarin703
Minggu iniMinggu ini1070
Bulan iniBulan ini4635
TotalTotal859866

Ayam khas Sumatera Barat yang perlu dibudidayakan

Solok, 22 Januari 2014

Ayam1

“Ayam Kokok Balenggek” adalah hasil perkawinan silang antara ayam hutan berwarna merah dengan ayam kampung di wilayah Kabupaten Solok, tepatnya di Nagari Tigo Lurah, Perkawinannya cukup unik, dimana ayam hutan yang terkenal liar dan sulit ditangkap warga dapat kawin dengan ayam kampung peliharaan penduduk setempat.

 

Di Nagari ini terdapat beberapa jorong yang terkenal dengan budaya/pertunjukan “Ayam Kokok Balenggek, diantaranya di Jorong Rangkiang Luluih, Kapujan, Batu Bajanjang, Garabak Data dan Simiso.

 

Dahulunya di daerah ini berkembang “Ayam Kokok Balenggek” jenis Jantuang Gombak Bauak”

Sejarah

Ayam4

Menurut sejarah, “Ayam Kokok Balenggek” di Sumatera Barat adalah ayam jantan peliharaan “Cinduo Mato” yaitu raja dari kerajaan Pagaruyung yang disebut dengan Ayam Kinantan dengan ciri-ciri sebagai berikut; bulu, kaki dan paruh berwarna putih, termasuk lingkar mata juga berwarna putih dan sirip kiki tersusun rapi yang disebut “belah rotan”

 

Di dalam sejarahnya ayam ini dibawa oleh raja Cinduo Mato Pagaruyung ke wilayah Nagari Tigo Lurah, tepatnya di jorong Rangkiak Luluih. Di daerah inilah ayam jantan tersebut melakukan perkawinan silang dengan ayam hutan (betina). Hasil dari perkawinan silang maka lahirlah beberapa ekor ayam jantan yang kokoknya bertingkat-tingkat atau biasa disebut “ayam kokok balenggek”. Raja Cindur Mato adalah seorang raja yang salah satu hobinya adalah mengoleksi beberapa ayam jago di istananya. Ayam yang menjadi kesenangan raja ini adalah “Ayam kokok balenggek” yang berkembang biak di Nagari Tigo Lurah. Raja Cindur Mato sering berkunjung ke Nagari Tigo Lurah, setiap kunjungannya sang raja selalu mengadakan sayembara “Ayam kokok balenggek”, pemenangnya akan memperoleh hadiah yang tentunya sudah disiapkan sebelumnya.

 

Ayam5

“Ayam kokok balenggek” ini dikenal dengan keunikan suara kokok yang bertingkat, semakin banyak tingkatan kokoknya maka akan semakin tinggi nilai jualnya karena banyak dicari oleh orang.

 

“Ayam kokok balenggek” terus berkembang hingga saat ini, namun seiring dengan perkembangan zaman, budaya ini mulai dilupakan oleh masyarakat setempat.

 

Untuk mengembalikan budaya tersebut maka kita selaku masyarakat Kabupaten Solok sudah seyogyanya melestarikan budaya ini, karena budaya “Ayam kokok balenggek” hanya terdapat di Kabupaten Solok Provinsi Sumbar.

 

Ayam kokok belenggak sudah diputuskan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia melalui surat keputusan Nomor : 2919/Kpts/OT.140/6/2011 tanggal 17 Juni 2011, pertama; “Ayam kokok balenggek” merupakah salah satu rumpun ayam lokal Indonesia yang mempunyai keseragaman bentuk fisik dan komposisi genetik serta kemampuan adaptasi dengan baik pada keterbatasan lingkungan, kedua; “Ayam kokok balenggek” mempunyai ciri khas yang berbeda dengan rumpun ayam asli atau ayam lokal lainnya dan merupakan kekayaan sumber daya genetik ternak lokal Indonesia yang perlu dilindungi dan dilestarikan.

 

Untuk sekarang dibudidayakan oleh kelompok peternak ayam : Sunardi, Kota Solok Sumbar (Hp. 0821 7065 1829)

 

 




Website Resmi Kodim 0309 / Solok © 2012.

SistemInformasi.Web.ID